Darah adalah komponen penting dalam tubuh manusia yang mengalir melalui sistem peredaran darah untuk menyediakan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ. Namun, beberapa kondisi medis terkait darah dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Dua kondisi yang sering disebut adalah darah rendah dan kurang darah. Meskipun kedua kondisi ini terdengar mirip, sebenarnya ada perbedaan penting di antara keduanya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan antara darah rendah dan kurang darah, termasuk gejala dan penyebab yang mendasarinya.

  1. Darah Rendah

Darah rendah, atau yang dikenal juga sebagai hipotensi, merujuk pada tekanan darah  yang lebih rendah dari rentang normal. Tekanan darah normal biasanya berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Gejala darah rendah dapat meliputi pusing, kelelahan, pingsan, pandangan kabur, dan denyut nadi yang lemah. Beberapa penyebab darah rendah meliputi dehidrasi, efek samping obat tertentu, perubahan hormon, atau masalah kesehatan seperti anemia.

Darah rendah dapat dibagi menjadi dua jenis: darah rendah ortostatik dan darah rendah kronis. Darah rendah ortostatik terjadi ketika tekanan darah turun setelah berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Ini dapat menyebabkan gejala pusing atau pingsan. Sementara itu, darah rendah kronis adalah kondisi di mana tekanan darah tetap rendah secara konsisten dalam keadaan apapun.

  1. Kurang Darah

Kurang darah, atau yang dikenal juga sebagai anemia, merujuk pada kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin yang cukup. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Gejala umum anemia meliputi kelelahan, sesak napas, kulit pucat, pusing, dan denyut jantung yang cepat. Beberapa penyebab anemia termasuk defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12 atau asam folat, gangguan genetik, atau masalah autoimun.

Ada beberapa jenis anemia yang umum terjadi:

  • Anemia defisiensi zat besi: Terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk produksi sel darah merah.
  • Anemia defisiensi vitamin B12 atau asam folat: Terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin B12 atau asam folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
  • Anemia sel sabit: Kondisi genetik di mana sel darah merah berbentuk tidak normal dan sulit mengangkut oksigen.
  • Anemia aplastik: Kondisi di mana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah merah, putih, dan trombosit.
  • Anemia aplastik: Kondisi di mana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah merah, putih, dan trombosit.

Kesimpulan

Perbedaan antara Darah Rendah dan Kurang Darah:

Meskipun darah rendah dan kurang darah memiliki beberapa gejala yang mirip, ada perbedaan mendasar yang membedakan keduanya. Perbedaan utama adalah bahwa darah rendah terkait dengan tekanan darah yang rendah, sedangkan kurang darah berkaitan dengan jumlah sel darah merah yang tidak mencukupi atau kualitas hemoglobin yang rendah. Darah rendah bisa terjadi pada siapa saja, sementara kurang darah khusus terkait dengan masalah produksi atau fungsi sel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *